Tampilkan postingan dengan label Tafsir Alquran - Hadist - Ijma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Alquran - Hadist - Ijma. Tampilkan semua postingan

Tercantum Dalam Alquran Bahwa Kulit Sebagai Reseptor Rasa Sakit


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAXa9uiC-lKKMzc_YSRfckoDGbuNeemJ7T3F2x9T7qtA9mGlqBrDdRgL923ZCgbmKrb0RZO75i2VuRcgZrUoHtKKBvZCjjyWAOEg-SE8ofpRm-zZyrue8AbmGzEDTmK1nYFCNoEf47R4E/s1600/279071_ilustrasi-pria-merawat-diri_663_382.jpg

KITA mungkin pernah merasakan bagaimana rasa sakit itu. Hanya saja, kita belum mengetahui darimana asal mula rasa sakit itu ada. Kita hanya berpikir bahwa yang mengalami sakit, itulah penyebab sakitnya. Padahal, rasa sakit itu memiliki reseptornya.

Untuk masa yang lama, manusia telah menganggap bahwa rasa perasaan dan sakit adalah bergantung kepada otak. Walau bagaimanapun kajian telah mendapati bahwa terdapat reseptor sakit hadir dalam kulit. Hal ini dikatakan oleh Michael Darmon, Molecular Biology of the Skin: The Keratinocyte. Tanpa reseptor sakit, seseorang tidak akan dapat merasa sakit.



Pertimbangkan ayat berikut mengenai kesakitan:

“Sesungguhnya orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (Surah an-Nisaa’ : ayat 56).

Allah memberitahu orang-orang yang menolak pesan-Nya bahwa apabila mereka berada dalam neraka dan kulit mereka hangus (sehingga mereka tidak merasakan kesakitan lagi), Dia akan memberikan mereka kulit yang baru supaya mereka terus merasakan kesakitan.

Al-Quran menjelaskan bahwa sakit adalah bergantung pada kulit. Penemuan reseptor sakit pada kulit adalah satu penemuan terkini dalam bidang Biologi. Subhanallah.


Ingatlah AKU Selalu, Akan KU berikan Segalanya
Infoe Muslim
BERITA - HUKUM - VIDEO - OPINI - NASEHAT - KISAH
Sumber | republished by InfoeMuslim



Ibadah Sunnah yang Sangat disukai Allah SWT


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWYxVYzxq36w1m0YuC4FSxyjs7IDWRLfrD-fhHMDY-pQOuPzKhmdAMg26IYeCM0aWk0RTjdherY8HuNI3lLRkIEwLLBfNHXJUUwHyXMBsPuZDPY6usUYmUPZtH7Eg9o6fNBuwPdF6vTyDw/s400/salah-itikaf.jpg

AMAL perbuatan yang disukai oleh Allah adalah yang secara rutin dilakukan oleh pelakunya, meskipun jumlahnya sedikit, berdasarkan hadits Aisyah r.a. bahwa ia bercerita,

“(Suatu kali) datang ke rumahku wanita dari Bani Asad. Tiba-tiba Rasulullah Saw masuk kepadaku, lalu bertanya, ‘Siapa ini?’ Aku berujar, ‘Ia seorang wanita yang tidak pernah tidur malam,’ menceritakan shalatnya, maka beliau bersabda, ‘Jangan lakukan itu! Hendaknya kalian melakukan amal-amal sesuai dengan kemampuan kalian; karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan, sampai kalian bosan, dan agama yang paling disukai oleh Allah adalah yang dijalankan secara rutin oleh pelakunya’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggMYRp-_Aql_Utnq_9j4lgJV0mxMzyOmqiuPMPXfLfREdzp1ulYWF5PcZ2OaIjX1XFNr3l1EUXePDhQtGbSFhrna4d84ulKtrFvG2D0abG-o_jiKdJaNsIeq7TezsDIWD3EY-1Srbq-Whe/s320/surat-cinta-untuk-allah.jpg

Juga berdasarkan hadits Anas bin malik,

“(Suatu kali) Nabi masuk masjid, tiba-tiba beliau melihat ada tali yang dibentangkan di antara dua tiang. Beliau bertanya, ‘Tali apa ini?’ orang-orang di situ menjawab, ‘Itu milik Zainab, digunakan untuk shalat. Bila ia merasa malas atau hilang semangat, ia berpegang pada tali tersebut.’ Maka beliau bersabda, ‘Jangan begitu. Lepaskan tali itu. Hendaknya seseorang di antara kalian shalat sebatas semangatnya, lalu bila hilang semangat, hendaknya ia berhenti’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Masruq berkata,
“Aku pernah berkata kepada Aisyah r.a. , ‘Amalan apa yang paling disukai oleh Rasulullah Saw?’ Aisyah r.a menjawab, ‘Yang rutin.’ Aku bertanya lagi, ‘Kapan beliau mulai bangun shalat malam?’ Aisyah menjawab, ‘Beliau bangun bila mendengar tukang teriak’.” (HR. Bukahri).
Demikian juga shalat yang pali disukai Rasulullah adalah yang paling rutin dilakuan, meskipun jumlahnya sedikit. Beliau bila melakukan shalat, menjalankannya dengan rutin.



Back to top